AC Milan Menyesal Gagal Rekrut Serhou Guirassy: Harga Melambung Tinggi di Bursa Transfer

Posted on 01 Jul 2025

AC Milan terus bergerak agresif dalam merombak skuad menyambut musim 2025/26, terutama di sektor lini depan. Di bawah arahan pelatih anyar, Massimiliano Allegri, Rossoneri tengah mencari sosok striker tajam untuk mendampingi Santiago Gimenez. Salah satu nama yang kini mencuat ke permukaan adalah penyerang milik Borussia Dortmund, Serhou Guirassy.

Guirassy dinilai sebagai profil ideal untuk mengisi lini depan Milan. Musim lalu, ia tampil luar biasa bersama Dortmund dengan mencetak 35 gol di semua kompetisi. Ketajamannya di kotak penalti membuatnya masuk radar banyak klub besar Eropa, termasuk Milan yang tengah membutuhkan finisher berpengalaman pasca kepergian Luka Jovic dan kembalinya Tammy Abraham ke AS Roma.

Namun, upaya Milan untuk mendatangkan striker berusia 29 tahun itu dipastikan tidak akan mudah. Borussia Dortmund telah mematok harga sebesar 70 juta Euro bagi klub mana pun yang berminat merekrutnya. Nilai ini dinilai terlalu tinggi, terlebih jika melihat konteks sejarah transfer Guirassy setahun lalu.

Yang membuat situasi ini makin ironis bagi Milan adalah kenyataan bahwa mereka sebenarnya nyaris mendapatkan Guirassy pada Januari 2024. Saat itu, sang pemain masih membela VfB Stuttgart dan memiliki klausul pelepasan hanya 17 juta Euro. Namun, manajemen Milan memilih untuk tidak menindaklanjuti ketertarikan mereka, keputusan yang kini tampak sangat disesalkan.

Borussia Dortmund kemudian bergerak cepat dan menebus Guirassy dengan harga 18 juta Euro pada musim panas lalu. Kini, hanya setahun berselang, harga sang bomber melonjak hampir empat kali lipat karena performanya yang luar biasa di Bundesliga dan Liga Champions.

Situasi ini menjadi pelajaran pahit bagi manajemen Milan yang dianggap lambat dalam mengambil keputusan strategis di bursa transfer. Jika mereka ingin tetap mengejar Guirassy, negosiasi panjang dan mahal kemungkinan besar tak terhindarkan. Namun, dengan kebutuhan akan penyerang tajam semakin mendesak, Milan dihadapkan pada dilema: membayar mahal atau kembali kehilangan target potensial.