Ruud van Nistelrooy Resmi Tinggalkan Leicester City Setelah Degradasi ke Championship

Posted on 28 Jun 2025

Leicester City akhirnya mengumumkan perpisahan resmi dengan pelatih kepala mereka, Ruud van Nistelrooy, setelah klub terdegradasi dari Premier League pada akhir musim 2024/25. Pengumuman ini datang lebih dari dua bulan sejak nasib degradasi mereka dipastikan, menandai berakhirnya masa jabatan singkat pelatih asal Belanda tersebut.

Van Nistelrooy diangkat sebagai pelatih Leicester City pada November 2024, menggantikan pelatih sebelumnya di tengah performa tim yang terus menurun. Meski awalnya diharapkan mampu membalikkan keadaan, mantan striker Manchester United itu gagal menghadirkan stabilitas yang dibutuhkan. Dari total 27 pertandingan yang dipimpinnya, Leicester hanya mampu meraih lima kemenangan dan menelan 19 kekalahan.

Meski performa tim terus memburuk dan dipastikan turun kasta dengan lima laga tersisa, manajemen klub tetap mempertahankan Van Nistelrooy hingga musim berakhir. Namun spekulasi mengenai masa depannya terus berkembang hingga akhirnya klub mengonfirmasi pemutusan kontrak secara damai dengan sang pelatih.

Dalam pernyataan resmi klub, Van Nistelrooy mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di Leicester City, termasuk staf, pemain, dan penggemar. “Saya ingin secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada para pemain Leicester City, pelatih, akademi, dan seluruh staf yang telah bekerja sama dengan saya atas profesionalisme dan dedikasi mereka selama saya berada di klub,” ucapnya.

Ia juga menambahkan apresiasinya terhadap dukungan fans, meski dalam kondisi sulit. “Saya juga berterima kasih kepada para penggemar atas dukungannya, dan ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mendoakan yang terbaik bagi klub di masa depan.”

Kepergian Van Nistelrooy menandai awal dari proses restrukturisasi di tubuh Leicester City, yang kini menghadapi tantangan berat di Championship. Klub juga berpotensi terkena sanksi pengurangan poin akibat dugaan pelanggaran aturan keuangan EFL, yang semakin memperberat langkah mereka untuk segera kembali ke Premier League.

Kini, Leicester harus mencari pelatih baru yang mampu membangun kembali kepercayaan tim dan menavigasi masa transisi dengan strategi yang solid dan berkelanjutan.